top of page
Search
  • Writer's pictureSurya Data Infokreasi

Mengetahui Beberapa Potensi Dari Chat GPT

Seberapa bermanfaatkah Chat GPT untuk Manusia?


By: Surya Data Infokreasi


OpenAI merupakan perusahaan teknologi yang saat ini memiliki salah satu program AI yang sedang naik daun, yaitu Chat GPT. Program tersebut diketahui mampu melakukan percakapan dengan manusia termasuk menjawab pertanyaan dengan berbagai macam Bahasa. Dengan fitur yang canggih, tak jarang banyak mahasiswa dan pelajar menggunakan program tersebut untuk membantunya dalam menulis esai dan mengerjakan tugas lainnya. Chat GPT berpotensi untuk menggantikan Google sebagai search engine, hal ini dikarenakan Chat GPT dapat memberikan informasi yang akurat kepada para penggunanya dengan cara menuliskan beberapa kata kunci saja maka kita dapat mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Source: Pexels/Mojahid Mottakin


Dengan fitur AI yang canggih tersebut banyak orang bertanya-tanya, seberapa amankah program tersebut untuk digunakan. OpenAI sudah memberikan jawaban tentang keamanan dari sistem tersebut, menurut mereka sistem kecerdasan buatan tersebut tidak dilengkapi dengan kemampuan action. Kemampuan tersebut tidak akan mempengaruhi kehidupan yang ada didunia nyata, selain itu Chat GPT juga memiliki sistem enkripsi seperti Whatsapp, yang artinya semua informasi yang ada digunakan dalam Chat GPT tidak akan bocor. Namun sebagai pengguna aplikasi tersebut tetaplah waspada dalam memberikan informasi dan data yang bersifat sensitif.


Beberapa potensi Chat GPT yang dapat merugikan dan menguntungkan


Dengan Fitur yang sangat canggih dan maju, Chat GPT dapat membantu penggunanya dalam memberikan ide, dengan cara menuliskan beberapa kata kunci saja aplikasi tersebut dapat memberikan informasi berupa paragraph. Tentunya dengan kemampuan canggih tersebut Chat GPT dapat memberikan dampak positif dan negatif seperti:

1. Membantu Penulis

Dengan menuliskan beberapa kata kunci saja, Aplikasi tersebut mampu memberikan informasi lengkap mengenai topik yang dibahas. Dengan fitur tersebut Penulis dapat memanfaatkan Chat GPT untuk membantunya, Namun dengan begitu banyak perusahaan juga akan memanfaatkan dengan Chat GPT untuk menuliskan konten untuk perusahaannya. Tentunya hal ini juga akan membuat profesi penulis menjadi tergantikan dengan sistem.

2. Membantu para pencari kerja dalam menulis CV Fitur canggih tersebut juga mampu para pencari kerja dalam menulis CV mereka, hanya dengan memasukan beberapa kata kunci maka Chat GPT akan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pencari kerja.

3. Membantu Mahasiswa dan Pelajar dalam mengerjakan tugas

Karena memiliki fitur yang canggih, Chat GPT dapat membantu para mahasiswa dan pelajar dalam menyelesaikan tugasnya. Bahkan aplikasi tersebut bisa melakukan riset terhadap buku, jurnal, dan hasil penelitian lainnya. Tentunya hal tersebut dapat membantu para mahasiswa dan pelajar dalam mengerjakan tugas mereka.


Beberapa dampak negative lainnya adalah

4. Dapat membuat Virus Malware

Baru-baru ini sebuah penelitian dilakukan oleh ahli keamanan Bernama Aaron Mulgrew. Dalam penelitiannya ia mencoba untuk membuat virus malware dengan cara terpisah, dikarenakan ketika kita memberikan perintah kepada Chat GPT untuk membuat virus malware, aplikasi tersebut akan menolak. Penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa Chat GPT mampu membuat virus malware, meskipun membutuhkan cara yang rumit.


5. Meningkatkan Kecurangan di sekolah dan Universitas

Beberapa pelajar kini sering menggunakan Chat GPT untuk membantu mereka dalam menyelesaikan ujian yang seringkali dilaksanakan secara online, tentunya hal ini akan merugikan institusi tersebut sehingga pada akhirnya beberapa institusi dan Lembaga Pendidikan melarang penggunaan aplikasi tersebut.

Program Turnitin dapat mendeteksi penggunaan Chat GPT

Dengan adanya Chat GPT para tenaga pendidik seperti guru dan dosen dituntut agar tidak Gaptek (Gagap Teknologi). Hal ini dikarenakan para pelajar akan menganggap remeh para tenaga pendidik dengan menggunakan Chat GPT untuk membantu mereka menyelesaikan tugas yang diberikan, tidak hanya itu semua informasi yang diberikan para tenaga kerja juga bisa didapatkan melalui program tersebut.

Namun perlu diketahui bahwa saat ini penggunaan Turnitin di beberapa universitas Indonesia sudah menjadi hal yang lazim, aplikasi tersebut dapat mendeteksi plagiarism yang dilakukan oleh para mahasiswa. Namun baru-baru ini CEO dari Turnitin, Chris Caren menyatakan bahwa aplikasi mereka sudah memiliki sistem pembaharuan yang dapat mendeteksi penulisan dengan sistem AI. Pembaharuan tersebut sudah disiapkan dari dua tahun yang lalu. Dengan adanya Turnitin Insitusi dan Lembaga Pendidikan yang ada dapat terbantu dalam melakukan pengawasan terhadap para pelajarnya. Dengan pembaharuan sistem tersebut tenaga pendidik akan mendapatkan informasi tentang penulisan yang dilakukan oleh para pelajarnya, Turnitin dapat memberikan informasi berupa data yang terdapat didalam setiap penulisan yang telah dilakukan.

Dengan pembaharuan sistem Turnitin, sistem tersebut mampu melakukan pengecekan dengan tingkat akurasi yang mencapai 97 hingga 98 persen, tentunya angka tersebut sudah cukup baik untuk mendeteksi penulisan menggunakan AI. Untuk memiliki tingkat akurasi 100 persen merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, mengingat hasil penulisan yang dilakukan Chat GPT memiliki hasil yang mirip dengan hasil penulisan manusia.

Kesimpulan Penggunaan aplikasi Chat GPT dan sistem kecerdasaan buatan lainnya semakin memudahkan manusia dalam bekerja, bahkan beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan menulis semakin terancam dengan kehadiran Chat GPT. Namun meskipun begitu penggunaan Chat GPT tidak akan menggantikan manusia dalam bekerja, tetapi hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas para tenaga kerja. Di masa yang akan mendatang manusia akan lebih sering melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan sistem kecerdasan buatan. Bahkan dari sebelum adanya Chat GPT, para pendidik yang mengajar untuk universitas sudah sering mengandalkan sistem Turnitin untuk membantu mereka dalam melakukan pengecekan terhadap hasil karya mahasiswanya. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi dengan sistem, meskipun bukan kecerdasan buatan seperti Chat GPT.

8 views0 comments

Recent Posts

See All

Comentarios


Los comentarios se han desactivado.
bottom of page